Menurut Jek, perbedaan itu terlihat dari cara keduanya memanggil warga sebelum memberikan uang.
“Ada yang dilempar, ada yang pakai tangan. Sedangkan yang ngasihnya itu ada dua orang yang dilempar, yang manggil Mas, ada yang manggil Bapak gitu, orangnya dua itu dah, kalau nggak salah, dari dulu dah, puluhan tahun itu bagi-bagi duit,” ucapnya.
Kendaraan yang digunakan ‘Pak Haji’ juga disebut berganti-ganti. Jek mengatakan sosok tersebut lebih sering menggunakan mobil berwarna putih, meski beberapa kali datang dengan kendaraan berbeda.
“Innovanya (putih) Ya sekarang kebanyakan mobil putih. Kadang-kadang mobil Fortuner, ganti-ganti dia. Kadang-kadang pakai motor, boncengan dia, boncengan,” tuturnya.
Menurut Jek, pembagian uang tidak hanya berlangsung di Jalan Mampang Prapatan. Dia menyebut kegiatan serupa juga dilakukan di kawasan Tanah Abang dan Manggarai.