Beralih ke ranah fiskal, lonjakan perbaikan yang mencolok juga berhasil dicatatkan. Merujuk pada pemaparan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, performa pendapatan negara pada awal 2026 tampil sangat prima dengan raihan pertumbuhan year-on-year (yoy) sebesar 9,5 persen pada Januari dan meroket hingga 12,8 persen pada Februari.
Pencapaian ini utamanya ditopang oleh tingginya penerimaan pajak yang melambung hingga 30,7 persen (yoy) di bulan pertama dan 30,4 persen (yoy) di bulan kedua.
Sejalan dengan hal tersebut, serapan belanja negara turut membukukan pertumbuhan yang masif yakni menyentuh angka 25,7 persen (yoy) selama Januari dan melonjak ke posisi 41,9 persen (yoy) pada bulan Februari.
Deni menjabarkan sinergi lintas sektoral terus dipacu oleh pemerintah guna memastikan ritme akselerasi pertumbuhan ekonomi mampu bertahan dalam jangka menengah, tanpa mengorbankan aspek stabilitas.
Sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter juga senantiasa diutamakan sebagai bentuk penjagaan terhadap tingkat kepercayaan pasar, sekaligus mengawal kelancaran program-program prioritas agar dapat dieksekusi secara efektif serta akuntabel.
Pada waktu yang bersamaan, jalinan kemitraan dengan Danantara terus diintensifkan mengingat perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan baru yang memacu roda perekonomian lewat jalur investasi strategis di luar instrumen APBN.
Dia menekankan institusi ini dioperasikan dengan orientasi pada keuntungan yang berkelanjutan, sekaligus difungsikan untuk memancing masuknya investasi swasta yang memiliki nilai tambah tinggi.