“Perfilman itu salah satu industri yang berkontribusi sebesar 20 persen terhadap anggaran negara kita. Dan industri ini butuh perhatian khusus agar bisa terus berkembang,” tuturnya.
“Selama ini kan sekolah-sekolah perfilman hanya sebatas SMK penyiaran atau broadcast. Sangat jarang sekali ada SMK khusus perfilman. Dan kita tahu, penulis-penulis naskah di perfilman Indonesia itu masih minim,” katanya.
Sang suami, Ferry Irawan juga mengamini pernyataan sang istri terkait kondisi industri Seni Peran di Indonesia. Khususnya, terkait kesejahteraan para seniman atau artis yang sudah pensiun.
“Yang masih menjadi perhatian buat saya, artis-artis dan seniman yang telah pensiun itu harusnya dapat royalti ya. Di luar negeri itu, mereka dapat royalti,” katanya.
Selain dalam industri perfilman, Ferry juga menyebut akan mendorong kesejahteraan dalam dunia pendidikan bersama Partai Perindo. Mulai dari kesejahteraan infrastruktur pendidikan di beberapa daerah terpencil Indonesia, hingga gaji guru-guru honorer yang menuruntya masih sangat memprihatinkan.