“Ini adalah awal, setelah itu dari BRIN akan mapping dan nanti akan dilanjutkan pertemuan lagi untuk tindak lanjutnya, sehingga diharapkan dengan kerja sama ini, BRIN bisa memberikan inovasi yang bisa mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di kota Semarang,” ujarnya.
Kawasan pesisir Kota Semarang menjadi salah satu wilayah yang akan dioptimalkan oleh BRIN. Menurutnya, potensi hasil perikanan di wilayah tersebut sangat besar tetapi dalam proses penjualannya masih sangat kurang. Oleh sebab itu, dirinya berharap BRIN nantinya dapat memecahkan masalah ini lewat inovasi-inovasi yang nantinya dapat menyejahterakan masyarakat.
“Di pasar ikan ini hasilnya banyak, tetapi mereka belum tahu cara pemanfaatan hasil-hasil tersebut, sehingga nantinya dari hasil perolehan ikan ini bisa diolah menjadi makanan atau dijual dengan lebih menguntungkan, sehingga ini menjadi salah satu optimalisasi di wilayah pesisir,” ucapnya.
Selain penandatanganan kerja sama dengan BRIN, juga dilakukan launching Program Melon Mask atau 'Milenial Gotong Royong Atasi Stunting di Kota Semarang'. Melon Mask merupakan program yang melibatkan generasi muda melalui komunitas-komunitas kepemudaan di Kota Semarang. Nantinya, mereka akan dijadikan sebagai penggerak maupun penyuluh dalam upaya pencegahan stunting di Kota Semarang.