Selain menjadi titik perpindahan penumpang, Integrated Building dilengkapi area parkir, fasilitas drop-off dan pick-up, ruang tunggu, hingga area retail komersial. Dengan konsep ini, penumpang dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Secara fisik, bangunan tersebut terdiri atas Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai dan Gedung Sayap Utara dengan tiga lantai, termasuk mezzanine. Pembagian ruang disesuaikan dengan kebutuhan pergerakan penumpang, kendaraan, serta koneksi antarmoda.
Pembangunan dilakukan di tengah aktivitas operasional Bandara Soekarno-Hatta yang tetap berjalan. Karena itu, pekerjaan konstruksi membutuhkan koordinasi lintas bidang dan pengendalian agar tidak mengganggu aktivitas di kawasan bandara.
Untuk mendukung proses pembangunan, Hutama Karya menerapkan Building Information Modelling (BIM) 5D. Teknologi tersebut digunakan untuk menghitung kebutuhan material utama, melihat keterkaitan antarpekerjaan, serta mengidentifikasi potensi benturan atau clash antara pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP).
"Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengendalian pekerjaan yang baik, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga aspek keselamatan dan keamanan," ujar Hamdani dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).