Dengan bekal tersebut, mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif dan berdaya saing, serta mampu mengaplikasikan ilmunya secara optimal.
Selain itu, penting untuk berkontribusi positif baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat luas, membangun jejaring yang kuat di dunia profesional, sosial, maupun almamater, serta mengimplementasikan pengetahuan tentang keamanan yang diperoleh di UBJ dalam berpartisipasi aktif untuk menyelesaikan berbagai problema sosial di masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili oleh Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri, Irjen Pol Andry Wibowo. Dalam pidatonya, Kapolri berpesan agar para wisudawan tidak puas dengan pencapaian ini.
“Teruslah belajar dan berkarya serta tidak puas dengan pencapaian pada hari ini, persiapkan masa depan kita semua dengan sikap dan tindakan kolektif yang didasarkan kepada kemampuan melihat dinamika kehidupan secara baik, membangun karakter dan rasa cinta Tanah Air yang kuat dan kokoh, melangkah dengan visi yang jauh dari kepentingan pribadi serta tidak berhenti berkarya melalui inovasi dan kreativitas untuk memajukan kehidupan bersama,” ucapnya.
Selain prosesi wisuda, acara ini juga diisi orasi ilmiah dari Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. Dalam paparannya, Prof. Agus menekankan bahwa pembangunan bangsa dapat dipahami sebagai pengelolaan energi sosial yang harus diarahkan secara efisien, visioner, dan berkelanjutan.
Karakter dianalogikan sebagai gaya pendorong, wawasan kebangsaan sebagai medan pengikat, visi sebagai energi potensial, dan inovasi sebagai energi kinetik. Masyarakat berkarakter menjadi pondasi moral bangsa, sementara wawasan kebangsaan menjaga persatuan dalam keberagaman.
“Sikap visioner diperlukan untuk merumuskan arah masa depan dengan optimisme, sedangkan inovasi menjadi motor penggerak perubahan agar bangsa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pengetahuan dan teknologi,” katanya.