Gelombang PHK di Industri Media, Akademisi: Akses Publik terhadap Informasi Berkualitas Terancam

Maria Christina Malau
Akademisi yang juga pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini. (Foto: Istimewa)

"Jika pemerintah diam dengan kondisi media yang sedang tidak baik-baik saja saat ini, maka yang hancur bukan hanya bisnis media, tetapi juga akses publik terhadap informasi berkualitas, kebebasan pers, dan ruang publik yang sehat," katanya. 

Menurut Didik, media memerlukan kebijakan afirmatif, bukan netralitas semu. "Pemerintah harus mampu memberi garis, mana media formal yang resmi, sehat dan baik dengan media yang sampah," ujarnya.

Dia menambahkan, jurnalis juga harus berkompeten, yang ditandai dengan sertifikasi kompetensi seperti halnya dokter, akuntan, dosen, dan profesi lain. "Tidak boleh sembarang orang masuk sebagai jurnalis tanpa kompetensi," ujarnya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Tokoh Pers Aceh Sjamsul Kahar Wafat, Ayah Wamenkomdigi Nezar Patria

11 hari lalu

RMAB, MNCN dan STA Teken Kerja Sama, Norman Joesoef: Yakin, Industri Media Punya Prospek Jangka Panjang

12 hari lalu

Satukan Kekuatan, Norman Joesoef: Kolaborasi Republikorp dan MNC Bidik Ekspansi Global

12 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo: Kolaborasi MNCN-Republikorp Siap Hadapi Tantangan AI dan Disinformasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal