BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di Bogor dan sekitarnya serta berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, dan pemangku kepentingan terkait untuk menghimpun data yang akurat.
Hasil pemantauan dan survei lapangan digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat serta mendukung koordinasi penanganan dampak gempa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya, terutama jika ditemukan retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Apabila bangunan menunjukkan kerusakan yang mengkhawatirkan, masyarakat disarankan menghindari area tersebut dan meminta pemeriksaan dari petugas yang berwenang. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan,” tegas Ayu.