Gempa Bumi di Sumbar Tingkatkan Risiko Longsor, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Binti Mufarida
Kepala Pusat Peringatan Dini Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. (Foto : iNews.id/erfan erlin)

Selain gempa bumi, Daryono juga menjelaskan bahwa wilayah Sumbar juga mengalami curah hujan tinggi, khususnya di Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang.

"Tampak wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, itu mengalami curah hujan yang tinggi dan memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi juga," katanya.

Kombinasi gempa bumi dan curah hujan tinggi ini meningkatkan risiko longsor di kawasan perbukitan di Sumbar.

"Sehingga cukup penting untuk mewaspadai dampak ikutan gempa yaitu longsoran karena kawasan perbukitan yang sudah mengalami kejenuhan itu bisa mengalami ketidakstabilan lereng, juga bisa berdampak adanya runtuhan batu jika terjadi gempa bumi yang signifikan terjadi di wilayah Sumatera Barat baik akibat sesar aktif maupun akibat dari aktivitas megathrust Sumatera Barat," tutur Daryono.

BMKG mengimbau masyarakat di Sumbar untuk selalu waspada terhadap potensi longsor, terutama di daerah perbukitan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
5 jam lalu

Masa Tanggap Darurat Bencana NTT Diperpanjang hingga 12 September 2026

6 jam lalu

Pemulihan UMKM Terdampak Bencana hingga 2028, Partai Perindo Dorong Blueprint Ketahanan Ekonomi Nasional

4 hari lalu

Istana soal Langkah Pemerintah usai Gempa NTT: Tak Berhenti pada Masa Tanggap Darurat

4 hari lalu

Gempa Terkini Magnitudo 5,0 Guncang Ruteng Manggarai NTT

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal