Kedalaman yang relatif dangkal membuat frekuensi gempa yang dirasakan masyarakat cukup tinggi. Dari seluruh rangkaian gempa, tercatat 156 kejadian dirasakan meski mayoritas memiliki magnitudo kecil hingga sedang, yakni M≤5,0.
“Secara keseluruhan, kuantitas gempa susulan yang mencapai mendekati 10.000 kejadian mencerminkan proses pelepasan energi tegangan sisa (residual stress) yang sangat aktif,” katanya.
Daryono menilai jumlah gempa susulan yang mendekati 10 ribu kejadian tergolong menarik untuk dikaji. Gempa utama Flores M7,7 secara tektonik dipastikan berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Flores.
“Mekanisme sumber gempa utama ini mengonfirmasi adanya pergerakan sesar naik yang menunjukkan bahwa rangkaian gempa ini dipicu oleh pelepasan tegangan tektonik akibat pergeseran naik di sepanjang jalur Sesar Naik Flores,” kata Daryono.
Namun, rangkaian gempa di Flores tidak hanya dipengaruhi sesar utama tersebut. Pada segmen kluster Flores barat, ditemukan empat sumber gempa signifikan dengan magnitudo di atas M5,0.