Gerhana Bulan Total 7 September Bisa Picu Gempa? Ini Kata BMKG

Binti Mufarida
Ilustrasi gerana bulan total dapat dilihat di wilayah Indonesia pada Minggu (7/9/2025). (Foto: Freepik)

Sementara itu, dari laman resmi BMKG bahwa Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. 

"Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya," tulis BMKG.

Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar (di satu garis lurus). Hal ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) bumi.

Saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah pada bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

"Cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan bulan, sehingga bulan tampak merah," kata dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
7 jam lalu

Gunung Semeru Erupsi, Sebaran Debu Vulkanik Capai Malang hingga Lumajang

10 jam lalu

Memahami Gempa Intraslab M6,5 di Kepulauan Seribu, Apa Penyebab dan Dampaknya bagi Jakarta?

14 jam lalu

Hampir Sebulan setelah Gempa M7,7, NTT Diguncang 15.156 Gempa Susulan

1 hari lalu

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu, BPBD Jakarta: Tak Picu Kerusakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal