JAKARTA, iNews.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola bernegara. Hal ini dinilai penting agar demokrasi tidak hanya berjalan melalui proses politik, tetapi juga menghasilkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan GMNI dalam kegiatan renungan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Minggu (16/8/2026). Dalam kegiatan itu, GMNI bersama dewan pakar dan alumni mengajak generasi muda memahami kembali perjuangan para pendiri bangsa saat merumuskan dasar negara.
Ketua Umum DPP PA GMNI Profesor Arief Hidayat mengatakan para pendiri bangsa telah memberikan teladan mengenai pentingnya menempatkan kepentingan bersama di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, semangat tersebut perlu kembali menjadi pijakan dalam kehidupan bernegara.
Demokrasi, menurut Arief, tidak semestinya hanya menghasilkan proses elektoral, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Demokrasi politik itu juga harus bermanfaat kepada seluruh rakyat sehingga memunculkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Kita tidak setuju dengan demokrasi elektoral yang berbiaya mahal yang akhirnya kita lihat penumpukan dalam demokrasi elektoral,” ujar Arief.