Golkar Terbitkan 4 Fatsun: Tidak Serang Presiden-Patuh Putusan Negara

Felldy Aslya Utama
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji mengatakan bahwa Golkar menerbitkan 4 fatsun politik untuk diperhatikan para kadernya. (Foto MPI).


Kedua, jangan menyerang kawan sendiri. Dia menekankan bahwa sesama mitra koalisi adalah partner dalam memperjuangkan agenda pemerintahan dan kepentingan rakyat. 

"Kritik yang konstruktif diperbolehkan, bahkan dianjurkan, selama disampaikan dengan argumen, data, dan konsepsi banding yang jelas," tutur Sarmuji.

Ketiga, jangan menyoal yang sudah diputuskan negara dan sedang berjalan. Keputusan negara yang telah melalui proses konstitusional dan sedang dilaksanakan harus dihormati bersama.

"Energi politik harus difokuskan untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif, memberi manfaat nyata bagi rakyat, serta memperbaiki hal-hal teknis yang masih perlu disempurnakan, bukan untuk mempertanyakan kembali legitimasi keputusan yang sudah final," katanya.

Keempat, jangan mengubah yang sudah diputuskan koalisi. Setiap keputusan koalisi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama yang didasarkan pada pertimbangan matang. 

Konsistensi terhadap keputusan bersama merupakan fondasi kepercayaan dan stabilitas politik yang penting untuk keberhasilan pemerintahan.

Sekjen DPP Partai Golkar itu juga menegaskan bahwa sebagai mitra koalisi, Fraksi Partai Golkar justru memiliki privilege yang tidak dimiliki oleh pihak di luar pemerintahan, yaitu keterlibatan sejak tahap perencanaan.

Dengan keterlibatan sejak awal, kata dia, Fraksi Partai Golkar memiliki ruang yang luas untuk memberikan masukan, mengingatkan, dan memastikan agar setiap program benar-benar bermanfaat bagi rakyat.

“Kontrol kita sebenarnya melebihi oposisi. Kontrol yang kita miliki sebagai mitra koalisi sesungguhnya lebih awal dan lebih substantif, karena kita terlibat sejak tahap perencanaan dan pembahasan. Kita dapat mengingatkan sejak awal mana program yang bermanfaat bagi rakyat, dan mana yang perlu disempurnakan atau dihindari,” kata Sarmuji.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Sosiolog Soroti Pertemuan Jokowi-Budi Arie: Tidak Ada Pertemuan yang Tak Bermakna Politik

1 bulan lalu

AHY Ungkap Ukuran Keberhasilan Politik: Apakah Kehidupan Rakyat Menjadi Lebih Baik?

2 bulan lalu

Sekjen Golkar Teladani Mbah Wahab, Soroti Karakter NU yang Moderat dan Toleran

2 bulan lalu

Viral Budi Arie Ungkap Insting Politik Bisa Lebih Cepat dari 2029 di Samping Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal