"Jadi, dan kalau dilihat sendiri begitu alat-alat yang kami gunakan misalnya itu alat-alat yang kita bisa bilang proper, alat panjat yang proper, ada harness yang proper, tile yang proper dan bahkan sampai alat rescue-nya pun ketika teman-teman turun dari Patung Selamat Datang itu proper, itu yang pertama. Jadi kami terlatih dan punya alat yang cukup untuk melakukan kampanye-kampanye seperti ini," ucapnya.
Terkait akses menuju bagian atas monumen, Jeanny menyebut para aktivis menggunakan tangga yang tersedia untuk keperluan pemeliharaan atau *maintenance*. Menurut dia, tidak ada metode khusus yang digunakan untuk mencapai bagian atas Patung Selamat Datang.
"Dan bagaimana caranya, sebenarnya bukan hal yang sulit selain karena keahlian, tapi juga kalau dilihat kan sebenarnya di Bundaran HI juga ada tangga yang biasa dipakai untuk maintenance. Jadi sebenarnya teman-teman naik lewat situ. Itu bukan ada hal khusus gitu yang digunakan, nggak ada sih sebenarnya," katanya.
Sebelumnya, enam aktivis Greenpeace menggelar kampanye dengan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap persoalan iklim, lingkungan, dan penurunan biaya hidup di Patung Selamat Datang, Bundaran HI.
Aksi tersebut sempat dihentikan aparat kepolisian karena dinilai berisiko terhadap keselamatan para aktivis. Setelah negosiasi berlangsung selama beberapa jam, keenam aktivis akhirnya bersedia turun dari monumen.