Sementara itu, tremor menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo 2-7 milimeter dan dominan 3 milimeter.
PVMBG menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta mematuhi rekomendasi keselamatan untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulis PVMBG.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi sebanyak lima kali pada Selasa (8/9/2026) sore. Erupsi terakhir terjadi pada pukul 17.56 WIB.
Berdasarkan laporan, letusan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 54 milimeter dan berlangsung selama 31 detik.