Gunung Anak Krakatau Meletus 1.000 Meter, Status Tetap Waspada

Felldy Aslya Utama
Gunung Anak Kratau meletus (Foto: IST)

Menurut dia, Anak Gunung Krakatau rata-rata bertambah tinggi antara 4-6 meter per tahun. Energi erupsi yang dikeluarkan juga tidak besar. Erupsi terbesar tahun 1883. Dia mengatakan, beberapa ahli meneliti, saat ini tidak mungkin terjadi erupsi besar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir.

“Memang sejak tanggal 18 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi erupsi,” tutur Sutopo.

Data PVMBG Senin (18/6/2018), selain gempa vulkanik dan tektonik, terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo 1 – 21 mm (dominan 6 mm).

Kemudian berlanjut Selasa (19/6/2018), gempa hembusan mengalami peningkatan jumlah dari rata-rata satu kejadian per hari menjadi 69 kejadian per hari.

“Selain itu mulai terekam juga gempa low frekuensi sebanyak 12 kejadian per hari. Gempa tremor menerus dengan amplitude 1 – 14 mm (dominan 4 mm),” ujarnya.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto
Artikel Terkait
1 hari lalu

Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak hingga Perairan Lampung

1 hari lalu

KRI Lepu dan KRI Kerambit Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

1 hari lalu

Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Gempa Vulkanik Dalam Meningkat

1 hari lalu

Doa dan Harapan Istri Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto untuk 8 Orang Hilang Kontak: Pulang dengan Selamat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal