Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat terjadi 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan durasi 41,62-161,98 detik. Selain itu, tercatat 21 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-24 mm, selisih waktu S-P 0,4-0,6 detik, serta durasi 24,23-51,5 detik.
Petugas juga mengamati tiga kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Krasak dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Sementara lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.
BPPTKG menyatakan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.