Di sela-sela candaan tersebut, Rocky juga menyinggung pentingnya komunikasi publik. Menurut dia, visi dan niat Presiden kerap tidak tersampaikan dengan baik karena persoalan di tingkat birokrasi.
"Presiden punya pikiran, Presiden punya visi, Presiden punya niat, Presiden punya intensi, Presiden punya urgensi. Jembatan ke publiknya kadang kala dirusak sendiri oleh birokrasi. Kerusakan itulah yang diintip oleh netizen," ujarnya.
Rocky menilai komunikasi publik tidak semata-mata bertumpu pada data dan fakta, melainkan juga persepsi yang berkembang di masyarakat.
"Isi pertama dari komunikasi adalah persepsi, bukan fakta, bukan data. Saya bisa tunjukkan semua prestasi Presiden, saya bisa dadarkan semua hasil yang bahkan sedang ditunggu oleh publik. Tapi dengan satu kebencian, data itu difalsifikasi. Selesai sudah," katanya.
Sebagai contoh, Rocky menyinggung hubungannya dengan Qodari. Menurut dia, publik lebih mengingat momen perdebatan panas keduanya yang pernah terjadi di televisi dibanding hubungan baik yang telah terjalin selama bertahun-tahun.