"Yang mengatakan salat benteng maksiat itu adalah Allah, Alquranul Karim, Allah yang mengatakan, saudara. Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar, itu firman siapa? Firman siapa? Berarti itu syiar atau bukan? Syiar Allah enggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicanda-candain? Apa boleh diolok-olokin? Enggak boleh. Hati-hati, saudara," jelas Rizieq.
"Saudara, Anda enggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak. Anda pelawak, Anda bukan ulama, jangan langsung mengambil kesimpulan," imbuh Rizieq.
Diketahui, Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan usai acaranya bertajuk Mens Rea ditayangkan di Netflix. Pandji bahkan dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas materi yang disampaikan dalam acara tersebut.
Laporan yang teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026 itu dilayangkan kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Mereka menilai materi yang disampaikan Pandji dalam Mens Rea merendahkan, memfitnah, dan menimbulkan kegaduhan.
"Menurut kami beliau (Pandji) merendahkan, memfitnah dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa gitu," ujar pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid, Kamis (8/1/2026).
Sementara itu dalam unggahan Instastory akun Instagram @pandji.pragiwaksono, Pandji berterima kasih atas seluruh doa dan dukungan terhadapnya.