Hadang Bullying dengan Community Involvement

Wiendy Hapsari
Wiendy Hapsari (Foto: iNews.id)

Suara-suara vokal untuk menyetop perundungan sebenarnya juga seringkali terdengar. Berbagai cara pun dilakukan semua pihak untuk 
merespons hal tersebut. Pihak sekolah misalnya, mengantisipasi dengan membuat aturan serta menyampaikan sosialisasi soal bahaya perundungan.

Bahkan, pada awal seleksi penerimaan murid baru, beberapa sekolah meminta orang tua dan murid untuk menandatangani surat bermaterai yang isinya komitmen untuk menghindari perundungan. Dalam proses belajar mengajar dan upacara sekolah,  materi soal dampak perundungan sepertinya juga sudah menjadi menu wajib yang disampaikan kepada siswa.

Orang tua juga bertindak preventif dengan menyosialisasikan dan mendidik anak-anak mereka dengan materi ajaran mengenai larangan 
perundungan dan dampak negatif yang ditimbulkan. Namun tampaknya dengan melihat sekian kasus yang terjadi, khususnya menilik latar 
belakang keluarga pelaku serta sekolah tempat perundungan, aksi-aksi tersebut belumlah cukup.

Tentu ke depannya kita membutuhkan sebuah solusi yang sifatnya sistemik. Dalam hal ini,  peran semua pihak sangat dibutuhkan, tidak 
hanya sekolah dan orang tua, namun yang tak kalah penting adalah masyarakat.

Seperti kasus perundungan di Tangerang Selatan, tempat kejadian bukan di dalam, melainkan di warung luar sekolah. Dalam wawancara dengan salah satu media, sang pemilik warung mengaku tidak tahu menahu kejadian tersebut. Namun terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan itu, hal yang jelas keterlibatan masyarakat (community involvement) menjadi hal krusial untuk dimasukkan sebagai bagian dari grand design strategy dalam mengantisipasi perilaku bullying.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menag: Pesantren Jadi Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat

57 tahun lalu

Sidang Uji Materi di MK, 3 Kepala Sekolah Tegaskan MBG Tak Ganggu Pelajaran dan Gaji Guru

57 tahun lalu

Nestapa Dokter Muda di Indonesia Dibongkar Menkes, Rentan Alami Bully Senior!

57 tahun lalu

Banyak Dokter Alami Perundungan, Menkes Minta Ada Perlindungan Khusus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal