JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi'i menyerukan para siswa di madrasah berani melaporkan setiap tindakan kekerasan termasuk kekerasan seksual yang mereka alami. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah aksi predator anak sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Pesan itu disampaikan Wamenag saat memberikan pembinaan kepada kepala madrasah se-Bandung Raya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandung, Jawa Barat. Dia menilai budaya berani melapor harus dibangun di lingkungan madrasah agar setiap dugaan pelanggaran dapat segera ditangani.
"Kalau ada hal-hal negatif yang terjadi, mereka harus berani speak up. Kita bangun kepekaan di antara mereka untuk saling mendukung sehingga yang mengalami hal-hal negatif berani melapor dan persoalannya bisa segera diselesaikan," katanya, dikutip Senin (10/8/2026).
Menurut Wamenag, keberanian siswa untuk menyampaikan laporan harus diiringi dengan sistem perlindungan yang kuat. Lingkungan sekolah harus memastikan siswa yang menjadi korban mendapatkan perlindungan, bukan justru menghadapi tekanan atau upaya untuk membungkam laporan.
Dia juga meminta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota aktif menyosialisasikan mekanisme pengaduan kepada seluruh madrasah. Salah satunya melalui Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan (AMAN).