Kenaikan ini menunjukkan harga hasil panen yang diterima petani semakin membaik.Pemerintah juga memastikan harga gabah di tingkat petani sepanjang 2025 tidak pernah jatuh di bawah HPP Rp6.500 per kilogram.
Berdasarkan data BPS, harga pembelian gabah terendah terjadi pada April 2025 dengan rata-rata Rp6.712 per kilogram.
Indikator lain yang mencerminkan membaiknya kondisi petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Pada Juni 2026, NTP nasional tercatat 127,65, sementara Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) mencapai 114,65, tertinggi sejak Maret 2024.
Meski harga gabah naik, pemerintah tetap menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen melalui berbagai program intervensi. Salah satunya adalah penyaluran bantuan pangan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
"Nah lalu tingkat konsumen bagaimana? Makanya ada bantuan pangan bagi 33,24 juta keluarga. Kalau 1 keluarga ada 3 orang saja, kali 3, kan sekitar 90 juta sekian orang sudah kita bantu dengan bantuan pangan. Ini meringankan masyarakat kita yang membutuhkan," bebernya.