Selain bantuan pangan, pemerintah juga menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga Juli 2026, total intervensi beras pemerintah mencapai 1,35 juta ton.
Rinciannya terdiri atas bantuan pangan alokasi Februari-Maret sebesar 664,88 ribu ton, realisasi SPHP Januari-Maret 221,05 ribu ton, dan realisasi SPHP sejak Maret hingga Juli sebesar 465,05 ribu ton.
Ketut menegaskan strategi pemerintah dilakukan secara bersamaan di sisi hulu dan hilir. Petani mendapat harga yang menguntungkan untuk berproduksi, sementara masyarakat tetap dibantu melalui bantuan pangan, SPHP, dan Gerakan Pangan Murah agar harga beras tetap terjangkau.
"Tentu juga ada SPHP. SPHP beras yang digelontorkan oleh pemerintah. Ini juga sangat mendukung. Nah oleh karena itu, sisi hulu nyaman berproduksi, sisi hilir dibantu dengan bantuan pangan dan SPHP. Ada lagi Gerakan Pangan Murah dan lain sebagainya," tutup Ketut.