Tekanan pasokan juga terlihat dari penurunan ekspor minyak mentah melalui jalur tersebut yang sempat mencapai 28 persen dibandingkan Juli 2026. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi minyak mentah internasional.
Risiko pasokan semakin meningkat akibat serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. Salah satunya adalah penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi yang memiliki kapasitas 7 juta barel per hari setelah serangan drone sebagai langkah pencegahan.
Selain itu, penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah turut memperketat pasokan minyak mentah global.
Tekanan tersebut tercermin pada kenaikan sejumlah harga acuan minyak internasional sepanjang September 2026. Harga Brent naik 13,94 dolar AS menjadi 102,02 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) meningkat 13,24 dolar AS menjadi 95,69 dolar AS per barel.
Harga Dated Brent bahkan melonjak 25,93 dolar AS menjadi 116,77 dolar AS per barel. Sementara itu, harga rata-rata minyak dalam keranjang OPEC naik 24,29 dolar AS menjadi 110,73 dolar AS per barel.