Bagi Agung, kembalinya siswa ke sekolah menjadi pertanda kondisi Kota Pekanbaru mulai membaik setelah sebelumnya aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, turut terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keputusan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dilakukan setelah pemerintah melihat adanya perbaikan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Jarak pandang di Pekanbaru juga telah kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih baik.
“Asap juga sudah jauh berkurang dan langit sudah mulai kelihatan biru,” katanya.
Menurut Agung, membaiknya kondisi tersebut juga sejalan dengan penurunan status penanganan karhutla di Kota Pekanbaru, dari tanggap darurat menjadi siaga darurat. Kondisi ini didukung meningkatnya curah hujan yang membantu mengurangi dampak kabut asap di sejumlah wilayah.
Di balik kembalinya siswa ke ruang kelas, Agung juga tidak melupakan peran para guru yang selama PJJ tetap berupaya memastikan proses pendidikan berjalan. Ia memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik yang terus mempersiapkan pembelajaran meski tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan peserta didik.