"Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam," lanjut dia.
Nasaruddin mengatakan bahwa Indonesia akan mencapai usia 100 tahun pada 2045. Pada tahun tersebut, pemerintah berharap visi Indonesia Emas dapat terwujud, dengan Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan inovasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Dalam konteks ini, ia menilai santri memiliki peran strategis dalam membangun peradaban Indonesia pada masa depan.
Ke depan, lanjut Nasaruddin, santri memiliki peluang besar untuk mengambil peran penting dalam berbagai bidang, mulai dari menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, dan pengusaha hingga pemimpin.
Oleh karena itu, dia mengajak para santri untuk membuka wawasan seluas-luasnya. Selain menguasai ilmu agama, santri juga perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.