Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Low di Bayan turun dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen. Sementara itu, kepemilikan saham putrinya, Elaine, turun dari 22,1 persen menjadi 22,05 persen.
Kesepakatan penjualan saham itu awalnya diumumkan pada September untuk porsi 30 persen. Namun, kesepakatan tersebut kemudian diubah pada awal Oktober sehingga jumlah saham yang dilepas meningkat menjadi 30,25 persen.
Jhonlin Baratama merupakan perusahaan investasi milik pengusaha Indonesia Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam.
Bayan Resources merupakan salah satu produsen batu bara termal terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada produksi batu bara yang digunakan untuk pembangkit listrik.
Menurut The Business Times, Bayan membukukan laba bersih 943 juta dolar AS dari pendapatan 3,43 miliar dolar AS. Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 68 juta ton batu bara sepanjang tahun lalu.