"Saya abdi dalem di bagian kebersihan dan pertamanan. Saya bersyukur diundang dan diberi kesempatan untuk ikut dalam Mangayubagyo Dhaup Ageng," kata Feri.
Kesempatan serupa juga dinikmati Nunung, pedagang sate kere asal Sukoharjo. Dia menyiapkan sekitar 500 porsi setiap hari untuk para tamu yang hadir.
Sementara itu, Wimbu turut meramaikan sajian kuliner dengan menghadirkan sekitar 200 porsi sate taichan.
Keterlibatan para pedagang tersebut memperlihatkan bagaimana perayaan keluarga Mangkunegaran turut membuka kesempatan bagi usaha kecil untuk mengambil bagian dalam kegiatan besar.
Selama tiga hari pelaksanaan, Mangayubagyo juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya. Masyarakat dapat menikmati tari tradisional, musik keroncong, hingga wayang kulit.