Selain obesitas, pemeriksaan CKG juga menemukan berbagai faktor risiko penyakit kronis lainnya. Dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, sebanyak 4,9 juta orang terdeteksi mengalami hipertensi dan 5,5 juta lainnya berada pada kondisi prehipertensi.
"Kita temukan hipertensi 4,9 juta, prehipertensi 5,5 juta. Kalau tidak dikendalikan nanti bisa menjadi stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal," ujar dr Endang.
Pemeriksaan juga menemukan 992 ribu peserta mengalami diabetes, sementara 1,9 juta orang berada dalam kondisi prediabetes. Selain itu, sekitar 205 ribu peserta diketahui mengalami gangguan lemak darah atau dislipidemia.
Dr. Endang menyebut hasil CKG menjadi gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus dasar pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Ke depan, Kementerian Kesehatan tidak hanya melakukan skrining kesehatan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdeteksi memiliki penyakit kronis mendapatkan pengobatan dan pemantauan secara rutin.
Langkah tersebut dilakukan agar risiko komplikasi akibat penyakit tidak menular, seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal, dapat ditekan sejak dini.