"Ketika ada pihak manapun yang mencoba menghancurkan kebebasan kita untuk membela kepentingan rakyat, itu tanda-tanda hadirnya kolonialisme baru dalam sistem sosial politik kita,” ujarnya.
Hasto juga mengajak peserta pameran untuk mengambil filosofi dari alam untuk benar-benar mempelajari lebih dalam tentang makna Pancasila.
"Jangan takut dengan panasnya sinar matahari. Ketika saya di penjara karena memperjuangkan kebenaran dan cita-cita, sinar matahari menjadi langka. Bersyukutlah kita bisa mendapat sinar Sang Surya yang telah memberi energi kehidupan," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah turut memperkuat makna Pancasila melalui kearifan lokal. Dia menyatakan nilai-nilai tersebut telah lama dipraktikkan oleh masyarakat Baduy.
“Tidak tertulis di kertas, tetapi dijalankan dalam laku setiap hari. Jujur pada alam, jujur pada janji, jujur pada sesama. Itulah hakikat kejujuran. Baduy adalah Pancasila yang hidup,” kata Amir.