Hoegeng Marah Jadi Dubes setelah Pensiun Kapolri : Kerjanya Hanya Seremonial

Faieq Hidayat
Kapolri periode 1968-1971 Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso menolak tawaran menjadi Duta Besar. (Foto IG Jenderal Hoegeng Iman Santoso).

JAKARTA, iNews.id - Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso menolak tawaran menjadi duta besar (Dubes) setelah pensiun dari Kapolri. Namun pemerintah saat itu terus menawarkan Hoegeng menjadi Dubes.

Namun lagi-lagi pria kelahiran Pekalongan itu menolak. Tawaran untuk Hoegeng menjadi Dubes di Kerjaan Belgia, Beleuc, Luxemburg karena istrinya Meri keturunan Belanda. Hoegeng juga fasih berbahasa Belanda. 

Alasan menolak tawaran itu,  dia merasa masa jabatannya sebagai Kapolri belum berakhir dan ingin tetap mengabdi di Tanah Air. 

Akhirnya Hoegeng dipanggil Presiden Soeharto ke rumahnya Jalan Cendana. Ketika bertemu Soeharto, Hoegeng ditawari lagi menjadi Dubes. 

"Tugas apa pun saya akan terima asal jangan jadi Dubes Pak," jawab Hoegeng dalam buku Hoegeng, Polisi Idaman dan Kenyataan, yang dikutip Selasa (25/1/2022). 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
23 jam lalu

Kapolri Bertemu Direktur FBI, Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Transnasional

2 hari lalu

Kapolri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Dukung UMKM Berdaya Saing Global

2 hari lalu

Kapolri: Sinergi TNI, Polri dan Kejaksaan Pilar Utama Jaga Keamanan-Kedaulatan NKRI

2 hari lalu

Momen Kompak Kapolri-Panglima TNI Dampingi Prabowo di Praspa 2026, Penuh Tawa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal