Dia menambahkan pembangkit EBT akan memanfaatkan sumber energi terbarukan yang paling potensial di setiap lokasi. Total kapasitas pembangkit skala kecil yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 508 MW di seluruh titik off-grid.
Secara keseluruhan, kebutuhan biaya untuk mengalirkan listrik ke 10.068 lokasi diperkirakan mencapai Rp61,65 triliun. Pembiayaan program direncanakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan secara bertahap pada 2025 hingga 2029.
Pemerintah berharap program elektrifikasi tersebut memperluas akses masyarakat terhadap listrik yang andal. Program ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan rumah tangga di wilayah terpencil terhadap sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar.
"Kehadiran listrik mendorong rumah tangga beralih dari sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar, sehingga mengurangi biaya yang selama ini mereka keluarkan untuk membeli bahan bakar tersebut," pungkasnya.