Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas pengendalian karhutla mencatat 111 hotspot high confidence. Riau tidak memiliki hotspot high confidence, sedangkan Jambi masih mencatat satu titik.
Ristianto menjelaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Data tersebut tidak dapat langsung dimaknai sebagai kejadian kebakaran hutan maupun luas lahan yang terbakar.
“Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi menjadi lebih dari satu hotspot. Karena itu, jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area terbakar dan seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan,” ujarnya.
Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit lainnya disiapkan untuk operasi water bombing.
Dari jumlah tersebut, 55 unit armada ditempatkan di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas pengendalian karhutla.