Operasi udara diperkuat dengan penanganan di darat yang melibatkan Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, masyarakat, serta dunia usaha.
Tim gabungan melakukan sejumlah kegiatan, mulai patroli dan groundcheck hingga pemadaman, pembasahan, serta pendinginan area yang terbakar.
Kemenhut mencatat asap masih memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi berasap terjadi di Palangka Raya dengan jarak pandang sekitar 0,6 kilometer.
Jarak pandang di Banjarmasin tercatat 1,7 kilometer, Pontianak 2 kilometer, dan Jambi 4,8 kilometer.
Menurut Ristianto, perubahan jumlah hotspot tidak selalu langsung diikuti perbaikan kualitas udara.
“Asap dapat bertahan atau berpindah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin. Karena itu, pemantauan hotspot, kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang terus dilakukan secara bersamaan,” katanya.