Selain Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan di Kalimantan Tengah pada 26 Agustus hingga 5 September 2026. Selama periode tersebut, tercatat 10 sorti penerbangan dengan total bahan semai sebanyak 8.000 kilogram NaCl.
Hasil operasi di Kalimantan Tengah menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.
Seto menegaskan, pemanfaatan teknologi analisis cuaca dalam OMC merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengutamakan pencegahan dalam penanganan karhutla.
Pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman setelah kebakaran meluas, tetapi juga melakukan intervensi lebih awal untuk mencegah penyebaran api dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.