Meski mengkritik pengaruh investor global, Noorsy juga mengakui adanya persoalan di pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi dan koordinasi.
Dia turut menyoroti pentingnya melihat hubungan antara dinamika pasar modal dan kebijakan yang diambil pemerintah.
Pernyataan Noorsy tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai arah ekonomi Indonesia setelah dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait investasi dan kedaulatan ekonomi nasional.