JAKARTA, iNews.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) angkat bicara menyusul kasus meninggalnya bayi Alena yang berusia 28 hari setelah sebelumnya dikabarkan mengalami demam dan diduga diberikan telur mentah oleh neneknya.
IDAI mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan makanan kepada bayi, terutama yang belum genap berusia enam bulan. Terlebih memberikan telur mentah, karena sangat berbahaya bagi kesehatan bayi.
Dalam pernyataan resminya, IDAI menegaskan bahwa pemberian makanan kepada bayi harus memperhatikan usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, serta keamanan pangan. Telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak karena berisiko mengandung bakteri penyebab infeksi.
Ketua Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menjelaskan bahwa telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella yang menyebabkan infeksi saluran cerna atau salmonelosis.
Infeksi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari diare, demam, nyeri perut, muntah, hingga dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.