IDAI Keluarkan Peringatan Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Pernyataannya!

Muhammad Sukardi
IDAI mengelurkan pernyataan soal erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Instagram)

Abu Vulkanik Bukan Sekadar Debu

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi(K), menjelaskan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa.

Material tersebut terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat halus. Partikelnya dapat bersifat tajam dan abrasif sehingga ketika terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Paparan tersebut dapat menimbulkan gejala seperti bersin, batuk, pilek hingga sesak napas. Pada anak yang memiliki riwayat asma, alergi saluran napas, atau penyakit paru kronis, abu vulkanik bahkan dapat memicu serangan akut atau memperburuk kondisi yang sudah ada.

"Gejala yang paling umum adalah iritasi saluran napas yang menyebabkan bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas. Pada anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis, paparan ini dapat memicu serangan akut atau eksaserbasi yang berbahaya," jelas dr. Wahyuni.

Kelompok anak yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain bayi dengan riwayat displasia bronkopulmonal serta anak dengan penyakit jantung bawaan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 jam lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menerjang, Apel Ribuan ASN Pemkab Tangerang Dibubarkan

5 jam lalu

Anak Krakatau Erupsi, MUI Ajak Sisihkan Sebagian Rezeki dan Ringankan Korban Musibah

5 jam lalu

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Gagal Terbang

6 jam lalu

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pelabuhan Merak Tetap Beroperasi dan Ribuan Masker Dibagikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal