IDAI meminta orang tua tidak mengabaikan perubahan kondisi pernapasan anak setelah terpapar abu vulkanik.
Menurut dr. Wahyuni, anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda gangguan pernapasan, seperti laju napas meningkat, muncul tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen berada di bawah 94 persen berdasarkan pengukuran dengan oksimeter jari.
"Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat," katanya.
Ini Rekomendasi IDAI untuk Melindungi Anak
UKK Respirologi IDAI memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik pada anak.
Pertama, anak sebaiknya dievakuasi atau dijauhkan dari lokasi yang terdampak letusan. Jika kondisi tidak memungkinkan, anak dianjurkan tetap berada di dalam rumah dengan kondisi tertutup rapat, terutama ketika kualitas udara di lingkungan buruk atau ISPU berada di atas 100.