Idrus menambahkan, gagasan dan konsep yang dimiliki seorang pemimpin tidak akan cukup apabila tidak disertai kemampuan untuk menjalankannya.
"Kalau tidak, jangan sampai yang terjadi pengurus mau diurus. Atau paling tidak, di dalam istilah buku saya itu bahwa, jangan sampai nanti pengurus itu justru pada kelompok yang cenderung pragmatis," ucap Idrus.
Dia pun mengingatkan agar kepemimpinan NU tidak terjebak pada kepentingan pragmatis yang hanya terlihat aktif memperjuangkan kepentingan organisasi, tetapi memiliki kepentingan lain di baliknya.
"Jadi memang kelihatan dia lincah dan secara sepintas bisa kita melihat bahwa seakan-akan berjuang untuk NU, tetapi sebenarnya ada di balik itu yang sebenarnya juga kita tahu," pungkasnya.