Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Menag: Dalam Kondisi Tertentu Kurban Tak Boleh Dipaksakan

Raka Dwi Novianto
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Hari raya Idul Adha tahun ini berlangsung di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Terkait hal ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut hukum berkurban adalah sunnah muakkad atau dianjurkan, bukan wajib.

Oleh karena itu, menurutnya berkurban tidak bisa dipaksakan, khususnya di situasi-situasi tertentu.

"Bukan wajib. Artinya jika dalam kondisi tertentu kurban ini tidak bisa dilaksanakan maka kita tidak boleh memaksakan. Akan dicarikan alternatif yang lain tentu saja," kata Menag, Kamis (23/6/2022).

Menag mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi masyarakat Islam untuk membicarakan fatwa kurban di masa wabah PMK saat ini. Ormas Islam diharap bisa membantu menyampaikan fatwa terkait PMK ke masyarakat.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
51 menit lalu

Blak-blakan! Kuasa Hukum Buka Suara usai Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

Nasional
3 jam lalu

Kasus Kuota Haji, KPK Terima Pengembalian Rp100 Miliar dari Biro Travel

Nasional
4 jam lalu

Gus Yahya soal Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji: Saya Gak Ikut Campur

Nasional
4 jam lalu

Respons Gus Yahya usai Yaqut Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal