“Bagaimana nanti kami mendapatkan botol dan gelas plastik bekas untuk kami menyambung hidup?” ujarnya.
Dia mengakui saat ini sudah terdampak dari kebijakan pelarangan penggunaan botol plastik di sebuah sekolah di dekat rumahnya. Sejak sekolah itu berganti kepala sekolah dan melarang murid membawa botol plastik ke sekolah. “Saya kehilangan salah satu tempat untuk mencari sampah plastik,” kata Tuti lirih.
Perempuan itu berharap pemerintah dan semua pihak terkait memahami betapa pentingnya sampah botol plastik bagi pemulung.