Imlek, Tahun Kuda, dan Harapan atas Kepemimpinan Prabowo

Kastolani Marzuki
Dr Aprilianti Pratiwi, Dosen Communication Sustainabel Development dan Komunikasi Lintas Budaya, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila dan Peneliti Great Institute. (Foto: ist)

Tahun Kuda dan tafsir Kepemimpinan

Berdasarkan kosmologi Tionghoa, Tahun Kuda sering dikaitkan dengan dinamika tinggi, keputusan cepat, dan kepemimpinan yang tegas. Namun, kuda juga dikenal sebagai makhluk yang sensitif. Ia membutuhkan kendali, arah, dan empati dari penunggangnya. Tanpa semua itu, kecepatannya justru dapat berujung pada kelelahan dan konflik. 

Di sinilah simbol Tahun Kuda menjadi metafora menarik untuk membaca gaya kepemimpinan Presiden Prabowo. Publik mengenal Prabowo sebagai figur yang tegas, memiliki rasa nasionalisme yang kuat, dan memiliki orientasi pada stabilitas negara. Tahun Kuda membawa harapan bahwa ketegasan itu tidak hanya diwujudkan dengan kekuatan simbolik, namun juga diarahkan pada keberpihakan nyata pada keadilan sosial, pluralisme, dan kesejahteraan seluruh warga, termasuk pula kelompok minoritas.

Harapan dari Perspektif Budaya Minoritas

Bagi komunitas Tionghoa Indonesia, kepemimpinan nasional yang ideal bukanlah sosok yang memberi perlakuan khusus, melainkan sosok yang mampu menjamin kesetaraan bagi warga negaranya. Harapan yang sederhana namun mendasar, yaitu rasa aman dalam mengekspresikan identitas, kepastian hukum yang adil, serta ruang partisipasi yang setara dalam kehidupan ekonomi, politik dan budaya.

Pada posisi inilah komunikasi kepemimpinan menjadi penting. Negara tak hanya berbicara melalui kebijakan, namun juga melalui simbol, gestur, dan narasi. Seperti halnya kehadiran negara dalam perayaan-perayaan budaya, pilihan kata para pemimpin, hingga sikap terhadap isu intoleransi, semuanya membentuk pesan politik tentang siapa yang dianggap ‘di dalam’ dan siapa yang masih diposisikan ‘di pinggir’.

Imlek sebagai Pesan Harapan Kolektif

Imlek selalu sarat dengan doa tentang keberuntungan, kesehatan, dan harmoni. Jika melihat dengan kaca mata kebangsaan, doa-doa itu dimaknai sebagai harapan kolektif agar negara bergerak ke arah yang lebih adil dan inklusif. Tahun Kuda ini mengajarkan kita bahwa keberanian untuk melaju harus dibarengi dengan kebijaksanaan untuk mendengar.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Long Weekend Imlek, 537.181 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Megapolitan
15 jam lalu

Cerita Warga Jauh-Jauh Datang ke Monas demi Saksikan Pertunjukan Imlek

Destinasi
2 hari lalu

Makna Filosofis di Balik Ritual Cuci Rupang di Imlek 2026, Cari Tahu di Sini!

Internasional
5 bulan lalu

Teror Bangkai Babi di Masjid-Masjid Singapura, Pelaku Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal