Indonesia Bidik Posisi Nomor 1 Dunia Produsen Panas Bumi, Geser AS

Iqbal Dwi Purnama
Ilustrasi produsen geothermal atau panas bumi (Foto: Pixabay)

Perseroan mengusulkan adanya penyesuaian tarif serta penerapan skema feed-in tariff untuk memberikan kepastian investasi bagi pengembang panas bumi.

"Dengan adanya revisi tarif dan skema feed-in tariff jadi ada kepastian investasi, sehingga saya yakin dengan adanya terobosan ini nantinya akan terjadi percepatan dari milestone rencana growth-nya PGE dan geothermal Indonesia," katanya.

Adapun dari sisi operasional, PGE mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari-September 2026 dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation).

Produksi tersebut meningkat 9,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu juga menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan atau all-time high.

Selain itu, realisasi produksi listrik panas bumi PGE tersebut telah mencapai 108,22 persen dari target yang ditetapkan sebesar 3.801 GWh hingga September 2026.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 jam lalu

Trump Tetap Lanjutkan Perang Iran meski Kongres AS Dikuasai Partai Demokrat

3 jam lalu

Profil Abdul El Sayed, Muslim Pertama Jadi Anggota Senat AS

3 jam lalu

Israel Ketar-ketir Partai Demokrat Kuasai Kongres AS, Singgung Bantuan Senjata dan Perang Iran

4 jam lalu

Trump Akui Partai Republik Kalah gegara Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal