JAKARTA, iNews.id - Indonesia dan sebagian besar kawasan regional Asia Tenggara berpotensi terjadi peningkatan curah hujan di atas normal dalam beberapa bulan mendatang. Fenomena ini berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.
Oleh karena itu, Indonesia dan Filipina membangun kerjasama mengurangi potensi risiko bencana hidrometeorologi melalui Duta Kurangi Risiko Bencana (DKRB).
Kolaborasi ini digagas Yayasan Peta Bencana mendapatkan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Office for Civil Defense (OCD) Filipina serta Bureau for Humanitarian Assistance USAID untuk menjaring kelompok muda dalam gerakan pengurangan risiko bencana (PRB).
Program tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan di kawasan regional, khususnya Indonesia dan Filipina.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati mengapresiasi partisipasi peran serta dan inisiatif pemuda dalam pengurangan risiko bencana. Dia mengatakan, kegiatan ini sangat baik untuk menggerakkan partisipasi kaum muda dalam membangun kesiapsiagaan dan pencegahan sehingga warga masyarakat dapat terhindar dari bahaya.