Ia menjelaskan, di negara berkembang seperti Indonesia, sebagian besar pekerja masih berada di sektor informal sehingga belum memiliki perlindungan pensiun yang memadai. Akibatnya, kebutuhan hidup pada usia lanjut masih banyak bergantung kepada keluarga.
Di sisi lain, budaya Indonesia yang menjunjung tinggi tanggung jawab anak terhadap orang tua membuat beban ekonomi keluarga berpotensi semakin besar ketika jumlah lansia terus meningkat.
Prof. Budi juga mengingatkan Indonesia menghadapi risiko 'growing old before growing rich', yaitu kondisi ketika suatu negara memasuki masyarakat menua sebelum memiliki tingkat kesejahteraan dan sistem perlindungan sosial yang kuat.
Apabila tidak diantisipasi, penduduk usia produktif akan semakin banyak mengalokasikan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan anak sekaligus orang tua. Dampaknya tidak hanya pada kondisi ekonomi rumah tangga, tetapi juga dapat mengurangi kemampuan menabung, menekan investasi keluarga, meningkatkan tekanan psikologis, hingga memengaruhi produktivitas tenaga kerja.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kemendukbangga/BKKBN tengah mengembangkan Pendataan Keluarga agar mampu memetakan potensi sandwich generation di berbagai wilayah.