Indonesia Resmi Masuki Era Aging Population, BKKBN Ingatkan Ancaman Sandwich Generation Makin Besar

Muhammad Sukardi
Ilustrasi lansia dan sandwich generation. (Foto: Ilustrasi AI)

Melalui kombinasi data mengenai keberadaan lansia, anak yang masih menjadi tanggungan, serta kepala keluarga usia produktif, pemerintah dapat menyusun kebijakan berbasis data sekaligus mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan intervensi lebih awal.

Prof. Budi menegaskan peningkatan jumlah lansia tidak seharusnya dipandang sebagai beban pembangunan, melainkan sebagai bukti meningkatnya kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan jaminan hari tua, perluasan layanan kesehatan dan perawatan jangka panjang bagi lansia, peningkatan literasi keuangan, kebijakan ketenagakerjaan yang ramah keluarga, hingga pengembangan konsep active aging agar lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian.

"Melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya), Kemendukbangga/BKKBN tidak hanya berusaha menjaga keberlanjutan bonus demografi, tetapi juga membangun masyarakat menua yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045," kata Prof. Budi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
24 hari lalu

5 Manfaat Ayah Antar Anak ke Sekolah Menurut BKKBN, Nomor 4 Penting Banget!

1 bulan lalu

Suntik KB untuk Pria Masih Diteliti, BKKBN Bocorkan Informasi Terbaru!

1 bulan lalu

31 Ribu Ayah Indonesia Sudah Vasektomi, Ini Data Terbaru BKKBN!

2 bulan lalu

Indonesia Memasuki Masyarakat Menua, BKKBN: Lansia Perlu Perhatian Serius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal