Komoditas lain yang turut memberikan tekanan harga antara lain kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun dan semangka. Masing-masing komoditas tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas rokok, yakni sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin, juga memberikan andil masing-masing 0,01 persen.
"Selain makanan, minuman dan tembakau, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen dengan inflasi sebesar 0,37 persen," ujar Ateng.
Kenaikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama dipengaruhi harga emas perhiasan. Komoditas tersebut mengalami inflasi 0,75 persen dan memberikan andil sebesar 0,02 persen terhadap inflasi Agustus 2026.
Di sisi lain, kelompok transportasi justru menjadi penahan laju inflasi melalui deflasi.
"Kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50 persen dan memberikan andil deflasi 0,06 persen. Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok transportasi terutama tarif angkatan udara dengan andil deflasi 0,06 persen dan bensin 0,03 persen," jelas Ateng.