Dengan capaian di bulan Mei tersebut, laju inflasi tahun kalender (Januari–Mei 2026) kini bertengger di angka 1,35 persen. Sedangkan, tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) menyentuh level 3,08 persen.
BPS menegaskan kembali bahwa kelompok pengeluaran yang menorehkan angka inflasi paling tinggi serta memberikan andil terbesar pada bulan ini disumbang oleh sektor transportasi, yakni dengan nilai inflasi 0,61 persen dan andil terhadap IHK sebesar 0,07 persen.
Sementara itu, ia memaparkan pergerakan sejumlah kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong sekaligus peredam laju inflasi domestik sepanjang bulan Mei 2026. Dinamika harga komoditas pangan, energi, hingga instrumen investasi perhiasan menjadi faktor dominan yang mewarnai potret inflasi nasional.
Misalnya, pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terjadi pergeseran fungsi komoditas yang mampu menahan pembengkakan inflasi lebih lanjut.
"Jadi pada Mei 2026, selain memberikan sumbangan andil inflasi, ada beberapa komoditas dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil peredam inflasi. Komoditas tersebut di antaranya adalah daging ayam ras, telur ayam ras dan bawang putih," ucap Pudji.