Berdasarkan komponen, seluruh kelompok mencatat inflasi tahunan. Komponen inti memberikan andil terbesar sebesar 1,76 persen, diikuti komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,70 persen dan komponen bergejolak sebesar 0,42 persen.
Menurut Ateng, inflasi pada komponen inti terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, serta biaya akademi dan perguruan tinggi.
BPS juga mencatat seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan. Papua Barat menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 5,47 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Papua Selatan sebesar 1,46 persen.